7bI3M4btFAjoZvrj1vXG5ugzifeiqBRX6VeigjIh
7bI3M4btFAjoZvrj1vXG5ugzifeiqBRX6VeigjIh

Followers

Tengah

Lorem Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Morbi enim nunc faucibus a.
Bookmark

Sabar

Salah satu kegiatan di hari Lebaran yang mustahil kita tinggalkan adalah silahturahmi. Ke rumah tetangga atau sanak keluarga dan teman kerabat atau bahkan teman kantor. Luar biasanya kegiatan ini sehingga kita mesti meluapkan sedikit waktu untuk itu. apalagi yang dikunjungi adalah keluarga yang sedang di timpa musibah kebakaran. kewajiban satu ini semakin menjadi-jadi. kewajiban menyambung silahturahmi kita pun berkali dua bahkan tiga panjang talinya dengan adanya musibah ini. sudah lebaran, kena musibah, eh keluarga pula...

betapa tersanjung dan bangga nya mereka ketika di hari yang fitri ini ada orang berkunjung ke rumah mereka. walaupun duduk diatas puing-puing rumah yang penuh dengan hitam arang. kita mencintai mereka dan mereka pun pasti mencintai kami.oleh sebab itu belum sempat kita mengucapkan selamat lebaran, eh sudah terpotong oleh kalimat "jangki nangis nak nah... kalo kamu nangis saya juga nagis". heran gw.. yang mesti bersabar siapa..?? saya kah ato... mereka si korban kebakaran...

mirip dengan sebuah kisah tentang seorang wanita yang ummi (buta huruf). memiliki seorang anak berumur 3 tahun yang sedang sakit. ketika itu suami nya akan sedang akan berangkat ke tempat kerja. namun sang ibu ini tidak ingin merepotkan sang suami. "pergilah wahai suami ku ke tampat kerja, aku yang akan merawat anak kita ini dirumah" ucap sang istri. maka berangkatlah sang suami ini ketempat kerja nya.

ketika suami nya berangkat bekerja, sang anak ini pun akhirnya meninggal. pun datang lah suami dari tempat kerjanya. sang istri menjemput suami nya tercinta dengan melayani dengan penuh senyuman seolah-olah tidak terjadi apa-apa. ketika ditanya kondisi anaknya yang sedang sakit, sang istri menjawab bahwa kondisi nya saat ini sudah lebih baik. memang kenyataan kondisi saat ini dia sudah lebih tenang disana.

keesokan harinya ketika hendak berangkat kerja lagi. sang istri berkata kepada suami tercinta, "wahai suamiku, bagaimana menurut mu jikalau ada orang yang menitipkan amanah kepada kita kemudian orang tersebut meminta kembali amanah tersebut??".
"maka akulah laki-laki yang paling hina ketika aku menolak untuk mngmbalikan amanah tersebut"
, tegas sang suami. mendengar ucapan sang suami, sang istripun menceritakan kejadian sebenarnya bahwa anak tercinta mereka telah meninggal...

mengingat kisah ditas, ketimbang saya pusing memikirkan jenis bantuan apa yang cocok buat saudara saya ini, alangkah tepatnya jika menyempatkan diri tuk hadir ditengah mereka seraya mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran... itulah keluarga yang sebenarnya... perihal penting yang lebih bernilai dari harta dan materi yang mereka butuhkan. tapi sebelum kita mengingatkan akan kesabaran lebih baik kita mengingatkan diri kita sendiri akan kesabaran.

mohon maaf postingan kali ini keluar rel sepakbola,,, soalnya sepak boola libur lebaran chuyy.....:D
Post a Comment

Post a Comment

Dont Hesitate