7bI3M4btFAjoZvrj1vXG5ugzifeiqBRX6VeigjIh
7bI3M4btFAjoZvrj1vXG5ugzifeiqBRX6VeigjIh

Followers

Tengah

Lorem Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Morbi enim nunc faucibus a.
Bookmark

Pahala Menanti


Sudah sekian kali saya berada di lapangan. Dan Sudah sekian kali tidak saya temui pemain yang bersedia menjadi wasit. Artinya setiap kali saya bermain bola terkadang harus bermain tanpa wasit. Bermain bola tanpa wasit bagi saya ibarat nya adalah anak ayam yang kehilangan induk nya. Susah di atur. Dan terkadang lompat sama kemari ndak jelas arahnya. Bola sudah terlanjur keluar lapangan tetapi masih di tendang. Bahkan ironinya bola sudah gol tapi tidak ada yang mengesahkan akibatnya tidak jadi gol. Terkadang pula pemain yang masuk lebih dari sebelas orang.

Ketika kita berangkat dari rumah ke lapangan, niat yang di tancapkan di dalam dada itu adalah saya harus bermain bola. Minimal jadi bek yang tangkas atau jadi Seorang golgetter. Jangan kan jadi wasit, jadi kiper pun saya ogah. Karena kegembiraan yang kita terima ketika harus bermain sebagai bek atau striker akan jauh lebih besar sekali ketimbang bermain sebagai kiper. Kecuali memang profesi kita adalah kiper. Pasti kita akan dengan senang hati menjadi palang pintu terakhir tersebut.

Tapi apalah arti kegembiraan itu kalaulah toh permainan di tengah lapangan jadi semrawut dan kalangkabut. Ngak ada yang mau menjadi kiper. Toh semuanya pada pengen jadi stiker. Walaupun Ini bukan ajang indonesia mencari bakat dan hanya sepakbola kampung biasa yang nota bene Kemenangan bukanlah utama, namun tetap saja di perlukan yang namanya wasit, apalagi kiper. Karena sepakbola tanpa kiper sama saja dengan kiamat.

Kegembiraan, kesenangana dan keringat adalah prioritas utama, dan tidak ada pembinaan. Disini siapa aja bisa mencetak gol. Kalau perlu kiper pun bisa ikut menyerang.
Tidak ada piala dan hadiah disini. Hadiahnya adalah kegembiraan dan kesenangan. Dan puncak kesenangan itu adalah ketika selesai bermain bola sembari bercerita tentang permainan satu dengan yang lainnya.

Alangkah sempurnanya kegembiraan itu apabila ada wasit dan ada kiper. Cuma 3 orang saja... Toh Sedangkan yang ada dilapangan itu tidak kurang dari 30 orang. Karena dilapangan tersebut pemainnya tidak pandang bulu apalagi pandang sayap. Mau guru, polisi, pemain porda, satpam, anak anak dan sebagainya berkumpul disini. Oleh karena itu daripada kesenangan itu cacat hanya karena tidak ada nya wasit, maka saya memutuskan untuk membeli sempritan yang saya taruh di kunci motor saya dgn harapan kalau tidak ada yang mau jadi wasit biar saya yang jadi pemimpin lapangan itu. Rela satu kegembiraan saya berkurang... Yang penting tertutupi dengan kegembiraan 29 orang lainnya. Kalaupun toh saya sudah kebelet ingin bermain, maka saya minta tolong kepada seorang rekan yang kebetulan sudah puas mainnya untuk menggantikan saya jadi wasit. Sembari berkata "boss tolong gantikan kan saya dulu jadi wasit... Insyaallah pahala menanti..."

Post a Comment

Post a Comment

Dont Hesitate